Di suatu ruangan, ada seorang
bernama mimin. Dia adalah seorang mahasiswa UIN
Sunan Kalijaga Jogja angkatan 2012 yang sedang memikirkan perkembangan
periklanan yang sangat pesat ini, hasil karya teman-teman hanya dapat dinikmati
teman-teman saja, sedangkan banyak karya-karya mereka yang bagus dan harus
dinikmati semua orang di luar sana.
Perkembangan periklanan dewasa ini begitu cepat, banyak pula orang-orang
yang tertarik menggeluti dunia periklanan.
“Tahun 1930an, banyak poster dan
papan reklame ditempel pada panel samping gerobak sapi yang mengangkut barang. Papan
reklame dicetak diatas lembar plat seng atau logam yang cukup tebal. Tahun 1948
bahan yang bernama scothlite
ditemukan. Banyak iklan yang menggunakan scothlite
tadi karena mampu memantulkan cahaya dengan efek mengagumkan. produk yang
paling banyak diiklankan melalui media luar ruang bergerak (moving outdoor media) antara lain adalah
produk-produk ban sepeda dari goodyear dan michelin, produk sabun dan tapal
lidi dari unilever, limun (soda pop) merek regional, dan produk rokok dari
berbagai produsen, termasuk cerutu impor.” Itulah sedikit perkembangan
periklanan pada masanya.
Tetapi mimin mencemaskan
perkembangan periklanan di Indonesia saat ini, karena banyak para pembuat iklan
yang tidak tahu menahu adanya undang-undang yang mengatur periklanan. Banyak
sekali iklan bermunculan yang melanggar EPI (Etika Pariwara Periklanan). Itulah yang membuat jenuh Mimin, “apa yang
harus aku perbuat sekarang ini” kata mimin.
Ia berfikir bagaimana untuk
merubah periklanan di Indonsia agar lebih baik lagi. Beberapa jam kemudian ia
mendapatkan ide. Yaitu, ia harus mencari bakat-bakat anak muda Indonesia yang
mempunyai kreatifitas. Tapi ia masih bingung bagaimana caranya.
Pagi hari ia berangkat ke kampus
untuk bertemu dengan temannya untuk berdiskusi. Saat Ia berjalan dari parkiran
menuju fakultas, di tengah-tengah perjalanan di taman depan fakultas ia melihat
cahaya terang di salah satu celah rerumputan, tapi ia tidak peduli, lalu ia
jalan terus. Saat ini berjalan beberapa langkah, cahaya itu semakin terang.
Lalu ia memutuskan untuk menghampiri cahaya itu. Ternyata cahaya itu adalah
telur yang berwarna hijau dan cantik sekali, mimin langsung jatuh cinta dengan
telur itu, “tapi ini telur siapa ya? Ini telur apa ya?” akhirnya ia memutuskan
untuk meninggalkan telur itu kembali, karna ia takut kalo induknya mencari.
Akhirnya mimin pergi meninggalkan telur itu.
Di celah-celah iya berdiskusi
dengan temannya, ia merasakan tasnya bergerak, seperti ada sesuatu di dalamnya.
Lalu ia melihat isi tasnya, saat ia membuka isi tas nya, cahaya keluar dari
dalam tasnya. Teman-temannya pun melihat, mereka bertanya, “apa itu min yang
keluar dari tas mu, seperti cahaya “ lalu mimin berkata, “oh itu, hp ku kok”.
Beberapa lama kemudian ia pamit pulang dulu, lalu ia bergegas untuk pulang,
saat ia sampai kos ia langsung membuka pintu kamar dan menutupnya rapat-rapat
kembali. Lalu ia meletakan tasnya di
atas meja, tasnya tidak bergerak-gerak seperti tadi lagi, lalu ia membuka tasnya,
saat di buka ia tidak mendapatkan cahaya yang keluar lagi. Beberapa detik ia
melihat tasnya, tiba-tiba keluarlah telur hijau bercahaya yang melompat-lompat
di setiap sisi sudut kamarnya. Mimin merasa terheran-heran dan melihat telur
itu dimanapun ia melompat-lompat.
Setelah capek si telur
melompat-lompat ia berhenti dan berdiri di atas meja tepatnya didepan mimin. Si
mimin melihat dengan terheran-heran, lalu telur berkata “hallo” tapi mimin
masih melihat dan tidak menjawab pertanyaan si telur. Lalu telur berkata lagi
sambil berteriak, “hallooooo” lalu mimin tersadar dan berkata, kamu siapa? Kok
kamu bisa berbicara? “setelah lama mereka berbincang-bincang, ternyata telur
itu adalah telur kupu-kupu, ia terlahir untuk membantu mimin yang sedang
bingung untuk mencari seorang yang kreatif. Ia berasal dari dunia
“creamorphosa” akhirnya mimin tahu apa yang harus ia lakukan untuk mencari
orang-orang kreatif. . Tapi ada syarat yang harus ia lakukan, si telur belum
bisa membantu kalau ia belum menjadi sempurna (kupu-kupu), mimin harus merawat
dan membesarkan telur itu dengan penuh kasih sayang.
Mimin berfikir keras tentang asal
telur itu, ”creamorphosa?...heeemm” berjam-jam ia berfikir. Lalu tiba-tiba ide
muncul di otak mimin, “creative? Ya, kreatif. “ di ambil dari kata crea dari
kata creamorphosa. “Tapi morphosa apa ya?
Dia telur, kalau dia suatu saat nanti jadi kupu-kupu berate dia harus
berubah menjadi ulet, “ya ulet ,heemm” , selanjutnya jadi kepompong, setalah
itu baru ia jadi kupu-kupu. Ya, ketemu, morphosa dari kata metamorphosa. Ini
seperti perjalanan periklanan seperti awal ia ditemukan sampai sekarang,
bermetamorphosa..
Akhirnya ia berkata kepada
teman-temannya untuk membuat event, agar karya teman-teman bisa dilihat
masyarakat luas. Dengan tema “creamorphosa”
Lalu mimin memberikan nama telur
itu dengan nama FOZ, arti dari Fos adalah :
Dan nama panggilannya Oz. mimin mengunggu perubahan telur
itu dan setelah 1 minggu ia merawat telur itu, jadilah ulat, wajah ulat itu
sangat lucu sekali, siapa yang melihatnya pasti gemas. 1 minggu berlalu Oz
berubah menjadi kepompong yang bersinar sepanjang hari. Oz memberikan perintah
kepada mimin agar ia sabar menunggu, dan mimin disruh untuk mempersiapkan
segala sesuatu nya untuk event tersebut. 3 hari kemudian , suatu malah mimin
menunggu Oz berubah menjadi kupu-kupu. Tetapi di situ tanda-tanda perubahan Oz
belum terlihat. Beberapa menet kemudian pancaran cahaya yang sangat berkilau
seperti rembulan menerangi kamar mimin, Oz seperti mengeluarkan suara
“zzzzzzzz” daaaan….. terbang, Oz sudah menjadi kupu-kupu yang ganteng. Lalu
kamar mimin terbuka dan Oz terbang keluar seperti tidak bisa di hentikan, Oz
terbang dengan cepat dan selalu menabrak orang-orang yang ia lalui, ternyata Oz
menabrak orang-orang itu memberikan sengatan kreatif kepada orang-orang itu.
Keesokan
harinya banyak orang yang berbondong-bondong ingin mengikuti lomba ADuin
tersebut.
The End
No comments: